Nias Selatan, AgaraNews. Net // Harapan yang lama ditunggu warga Desa Sotoo Hilisimaetan akhirnya nyata. Senin, 8 Juni 2026, Satgas Bakti TNI AD untuk Rakyat kembali tancap gas. Progres pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho sepanjang 90 meter kini sudah tembus 37,5 persen.
Jembatan bantuan langsung Presiden RI Prabowo Subianto ini bukan sekadar besi dan kabel. Bagi warga Kecamatan Maniamolo, ini jembatan menuju masa depan: anak sekolah tak lagi telat, hasil tani cepat sampai pasar, ibu hamil tak lagi takut saat mau ke puskesmas.
Hari ini personel Satgas fokus pengecoran konstruksi. Yang bikin hangat : pengerjaannya bukan TNI saja.
Tim gabungan dari Yon TP 903/Baluseda, Yonzipur I/DD, Denzibang, Koramil 12/Teluk Dalam Kodim 0213/Nias bahu-membahu dengan warga Desa Sotoo Hilisimaetan. Ada yang angkat semen, ada yang bantu aduk, ada ibu-ibu siapkan air minum.
Gotong royong itu yang bikin progres cepat. 37,5% bukan angka kecil untuk jembatan gantung 90 meter di medan Nias Selatan yang berbukit.
Sebelum ada jembatan, Sungai Idanoho jadi momok. Musim hujan = air naik, arus deras. Warga mau ke ladang, anak mau sekolah, orang sakit mau ke Teluk Dalam harus nekat nyebrang pakai rakit bambu atau jalan muter berjam-jam.
Dampaknya nyata :
1. Pendidikan: Siswa sering bolos kalau sungai banjir. Prestasi anak-anak terhambat
2. Ekonomi : Hasil tani: ubi, pisang, karet telat sampai pasar. Harga jatuh di jalan
3. Kesehatan : Ibu hamil, lansia sakit harus ditandu muter jauh. Risiko tinggi
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga membuka peluang dan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan warga,” tegas Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy S.I.P.
Di sela istirahat ngecor, seorang bapak warga Desa Sotoo Hilisimaetan ngomong pelan tapi matanya berkaca-kaca:
“Kami sangat bersyukur. Sudah puluhan tahun kami menanti akses penyeberangan yang aman. Anak-cucu kami dulu sering basah kuyup nyebrang sekolah. Semoga pembangunan ini lancar sampai selesai supaya cepat bisa kami pakai.”
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan ke *Presiden Prabowo Subianto* dan seluruh prajurit TNI. Bagi warga, kehadiran negara terasa paling nyata saat ada jembatan yang bikin hidup lebih aman.
Pembangunan jembatan ini bagian dari program *Bakti TNI AD untuk Rakyat*. Filosofinya simple: TNI lahir dari rakyat, untuk rakyat.
Kolonel Sandy tegaskan, “Kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya di kota, tapi sampai ke Desa Sotoo Hilisimaetan, Maniamolo, Nias Selatan.”
Targetnya jelas, setelah 90 meter jembatan gantung ini selesai, rantai ekonomi, pendidikan, kesehatan di 3 desa sekitar Sungai Idanoho akan nyambung. Nias Selatan selangkah lebih maju.
Warga kini tiap sore berbondong lihat progres. Ada yang bawa tikar, duduk sambil doa, “Tuhan, lancarkan pembangunan ini. Jembatan ini Kana’an kami yang baru.”(Lia Hambali)
Sumber: Pendam I/Bukit Barisan
































