Simalungun, AgaraNews. Net // Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak selalu identik dengan seragam dan penegakan hukum semata. Di Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, seorang Bhabinkamtibmas membuktikan bahwa Polri juga hadir menyapa warga di ladang dan sawah mereka. Pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 11.00 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek Raya BRIPKA Dedi Parulian Barutu turun langsung ke Huta I Nagori Bintang Mariah, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, untuk melaksanakan sambang sekaligus pengecekan lahan tanaman jagung milik warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung dalam cuaca cerah tersebut menyasar tiga pemilik lahan jagung yang menjadi mitra binaan, yakni Darman Sinaga, Hitler Ambarita, dan Adi Sihotang. Ketiganya merupakan petani aktif yang tergabung atau berafiliasi dengan Kelompok Tani Sauhur di wilayah Kecamatan Dolok Masagal.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 23.10 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan sambang lahan pertanian ini merupakan bagian dari program Bhabinkamtibmas yang dirancang untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus memastikan ketenangan dan keamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari.
“Ini adalah bentuk nyata Polri yang berintegritas dan humanis. Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas di kantor atau saat ada laporan, tetapi hadir langsung di tengah keseharian masyarakat, termasuk menyambangi para petani di lahan mereka. Inilah wajah Polri yang sesungguhnya, dekat dan peduli dengan rakyat,” ujar AKP Verry Purba.
Dalam kegiatan sambang tersebut, BRIPKA Dedi Parulian Barutu melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan dan perkembangan tanaman jagung milik ketiga warga binaan. Darman Sinaga tercatat menggarap lahan seluas 18 rante yang mulai ditanami jagung pada 15 Februari 2026, dan tergabung dalam Kelompok Tani Sauhur. Hitler Ambarita menggarap lahan lebih luas yakni 20 rante dengan waktu tanam dimulai pada 25 Februari 2026. Sementara Adi Sihotang, yang tergabung dalam Kelompok Tani Sauhur 2, mengelola lahan paling luas di antara ketiganya, mencapai 1 hektare, dengan waktu tanam yang lebih awal yakni 30 Januari 2026.
BRIPKA Dedi Parulian Barutu menyampaikan bahwa kunjungan ke lahan pertanian warga bukan sekadar formalitas, melainkan upaya sungguh-sungguh untuk memastikan para petani merasa aman dan terlindungi dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka.
Kami hadir untuk memastikan situasi di sekitar lahan warga dalam kondisi aman dan kondusif. Dengan kehadiran Bhabinkamtibmas, kami berharap para petani merasa tenang dalam bekerja di ladang mereka tanpa rasa khawatir. Keamanan lingkungan pertanian adalah bagian dari tanggung jawab kami,” ucap BRIPKA Dedi Parulian Barutum kepada warga yang ditemuinya di lokasi.
Ia juga memanfaatkan momen kunjungan tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para petani, termasuk mengimbau warga agar segera melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun lahan pertanian mereka.
Kapolsek Raya IPTU Oloan Sijabat, yang membawahi wilayah kerja tersebut, menunjukkan dukungan penuh terhadap program sambang Bhabinkamtibmas yang dilaksanakan secara rutin oleh jajarannya. Kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas keseharian masyarakat, termasuk di area pertanian, merupakan implementasi nyata dari program Polri Presisi yang menekankan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.
Para petani yang dikunjungi menyambut hangat kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan mereka dan mengaku merasa lebih diperhatikan serta terlindungi dengan adanya kunjungan rutin dari aparat kepolisian setempat. Situasi sepanjang pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.(Joe /Lia Hambali)




























