Aceh Tenggara – Agaranews.net Kepedulian terhadap sarana ibadah dan kenyamanan umat Islam kembali ditunjukkan Sekretaris Komisi VII DPR Aceh, Yahdi Hasan, M.I.Kom dari Fraksi Partai Aceh. Beliau melakukan kunjungan kerja langsung meninjau kondisi Masjid Suhada yang beralamat di Desa Liket, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Kamis (20/05/26) Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara nyata permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat terkait tempat ibadah mereka.
Masjid Suhada telah lama dikenal oleh warga sekitar sebagai tempat ibadah yang menjadi langganan banjir, terutama saat musim hujan tiba. Kondisi bangunan yang memiliki ketinggian lantai kurang memadai membuat masjid ini selalu terendam air setiap kali terjadi curah hujan tinggi, sehingga mengganggu seluruh kegiatan keagamaan di dalamnya.
Permasalahan ini terasa sangat nyata pada hari Rabu, 20 Mei 2026 kemarin. Pada tanggal tersebut, Masjid Suhada kembali diterjang banjir besar dengan ketinggian air mencapai satu meter. Genangan air yang begitu tinggi itu merendam seluruh bagian ruang utama masjid, bahkan mencapai bagian atas tempat wudhu dan ruang pertemuan jamaah.
Akibat peristiwa tersebut, untuk kesekian kalinya masyarakat di Desa Liket terpaksa tidak dapat melaksanakan ibadah shalat secara berjamaah di dalam masjid. Jamaah pun harus mencari tempat lain yang lebih tinggi dan aman untuk melaksanakan kewajiban ibadah mereka, yang tentunya mengurangi kekhusyukan dan kenyamanan dalam beribadah.
Dalam kunjungannya, Yahdi Hasan tidak hanya melihat kondisi fisik masjid, tetapi juga mendengarkan secara langsung keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Desa Liket. Warga menyampaikan harapan yang besar agar masjid ini segera diperbaiki dan ditinggikan agar tidak lagi terendam air saat hujan turun.
Mendengar aspirasi tersebut, Yahdi Hasan menyatakan siap memperjuangkan kebutuhan umat. Beliau menegaskan bahwa permohonan untuk melakukan perbaikan dan peninggian struktur Masjid Suhada telah dicatat dan akan segera ditindaklanjuti agar masalah banjir ini dapat teratasi secara permanen.
Lebih lanjut, Yahdi Hasan menjelaskan bahwa pembangunan dan pemugaran sarana ibadah seperti masjid dan dayah merupakan salah satu program unggulan yang menjadi prioritas Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh. Program ini dirancang khusus untuk memastikan seluruh umat memiliki tempat ibadah yang layak, aman, dan nyaman digunakan.
“Insya Allah, rencana perbaikan dan peninggian Masjid Suhada ini akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2027 mendatang. Dengan peninggian ketinggian lantai dan perbaikan struktur bangunan, kami pastikan masjid ini tidak akan lagi terendam banjir meskipun hujan turun dengan intensitas yang tinggi,” tegas Yahdi Hasan di hadapan warga yang berkumpul.
Tidak berhenti sampai di satu masjid ini, Yahdi Hasan juga menyampaikan komitmen besarnya untuk kemajuan sarana ibadah di wilayah pedalaman. Beliau telah menyampaikan rencana ini secara langsung kepada Gubernur Aceh, yaitu untuk membangun dan memugar sebanyak 100 unit masjid yang tersebar di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues.
Rencana pembangunan tersebut bertujuan untuk menjawab kebutuhan umat Islam di daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan sarana ibadah. Masyarakat yang hadir dalam kunjungan itu pun menyambut gembira dan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian yang diberikan, yang dianggap sebagai jawaban atas doa dan harapan mereka selama ini. (Husni01)




























