Suka Duka Perjalanan Lintas Provinsi Menggunakan Bus : Sebuah Kisah yang Menggetarkan Hati 

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:34 WIB

50176 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka

 

Catatan, AgaraNews. Net // Setelah sepuluh tahun tak pulang ke kampung kelahiranku, akhirnya pada Selasa 28 April saya dengan ditemani Putri Ribu ( anak angkat saya ) yang juga seorang jurnalis berangkat menuju kampung halaman di Wilayah Bengkulu tepatnya Desa Simpang Perigi, Kecamatan Padang Tepong, Kabupaten Ulu Musi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami berangkat dari Kota Medan sekira pukul 10.00 WIB dengan menumpang Bus Putra Simas 133, Busnya cukup bagus ( Royal Class dan supir beserta krunya Royal Senyum 😂Setelah sekian jam perjalanan tepatnya didaerah Baganbatu perbatasan Provinsi Sumut – Riau, Bus mengalami pecah ban, dikarenakan di Baganbatu tidak ada ban yang sama, kami harus menunggu seharian karena ban di pesan dari Kota Pekanbaru. Sempat sedikit kesal sich, hanya saja karena Kru Bus yang dikomandoi Anton Butar-butar cukup bertanggungjawab terhadap penumpang. Yang mana makan minum penumpang ditanggung oleh Perusahaan Putra Simas, ya kami bersabar saja sembari saling mengenal antar penumpang sehingga terjalin rasa kekeluargaan dengan sesama penumpang maupun Kru Bus.

Setelah menunggu satu harian akhirnya ban yang ditunggu datang dan dipasang kamipun melanjutkan perjalanan. Hampir 3 hari dalam perjalanan kamipun tiba di kota yang dituju, kami turun di Kota Kepahiang, dengan mengucap salam perpisahan antar  penumpang lain dan para Kru Putra Simas.Tak terasa dua minggu telah berlalu, tibalah saatnya kami harus kembali pulang ke Sumatera Utara, maka kamipun memesan tiket Bus Putra Simas, namun sangat disayangkan penjaga loket mengabarkan kalau yang Royal Class tidak ada berangkat hari Minggu yang ada hari Rabu, karena mengejar waktu akhirnya kami tetap berangkat hari Minggu dengan menggunakan Bus Paimaham.

Minggu pagi kami berangkat dari Loket Paimaham Bengkulu, dari body Busnya cukup gagah dan bagus, kami merasa senang. Namun setelah melewati Sarolangun tiba-tiba hujan pun turun dengan derasnya. Disinilah penderitaan dimulai, ternyata Bus dilanda bocor, hingga beberapa penumpang basah kuyup, dan saya sendiri pindah kesamping supir agar terhindar dari guyuran air hujan.Namun lagi – lagi saya harus sport jantung dikarenakan kipas kaca tidak berfungsi supir tidak mampu memandang kedepan dengan bagus akibat kaca gelap terhalang air hujan, kernet turun naik menyiram kaca sampai timbul rasa iba karena dia sudah basa kuyup dan kedinginan.

Saya sedikit marah sama supirnya, saya bilang kalau mobil tidak layak begini kenapa masih dijalankan, kan membahayakan nyawa orang banyak. Sang supir cuma bilang ” ini pertama kali saya bawa karena supir sebelumnya dipecat “, dan ini kita bawa ke Medan untuk diperbaiki, katanya.Dan setelah hampir 5 jam saya duduk dibangku besi samping supir akhirnya hujannya reda dan saya bisa kembali ketempat duduk semula. Akan tetapi lagi-lagi kami harus tiba di Medan pukul 04.00 WIB dini hari jauh dari perkiraan yang seharusnya tiba pukul 11.00 WIB. Tapi Alhamdulillah kami tiba dengan selamat.

Dari pengalaman saya ini, siapapun yang mempunyai Perusahaan Bus, janganlah demi uang kalian mengorbankan nyawa banyak orang. Kalau kendaraan tidak layak lagi dipakai jangan dipaksakan untuk berjalan, apalagi ini perjalanan lintas Provinsi resiko yang harus ditanggung sangatlah besar, ini sekelumit kisah suka duka perjalanan saya dengan menggunakan Bus.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat
19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan
Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan
Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya
Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:57 WIB

19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru