Medan, AgaraNews. Net // Babinsa Koramil 0201-12/Hamparan Perak, Peltu Wagiran, menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) bersama pengusaha kelapa sawit setempat, Bapak Udin, di lokasi kebun miliknya Dusun V Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, kamis (14 Mei 2026)
Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara Babinsa dengan pelaku usaha sekaligus membahas peran sektor perkebunan sawit dalam mendukung perekonomian desa dan menjaga kondusivitas wilayah.
Dalam pertemuan, Peltu Wagiran mengapresiasi kontribusi usaha sawit milik Bapak Udin yang telah menyerap tenaga kerja warga sekitar. Tercatat lebih dari 25 warga Desa Paya Bakung bekerja di pabrik tersebut.
“Kami berterima kasih karena usaha Pak Udin ikut mengurangi pengangguran di desa. Kami harap kemitraan dengan petani kecil juga terus ditingkatkan agar hasil kebun masyarakat bisa tertampung,” ujar Peltu Wagiran.
Babinsa juga mengingatkan soal pentingnya menjaga lingkungan. Ia mengajak pengusaha sawit untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan memastikan limbah pabrik tidak mencemari parit maupun sungai di sekitar desa.
Bapak Udin menyambut baik kunjungan Babinsa dan menyatakan siap bersinergi dengan aparat desa maupun BabinsaI. Menurutnya, keamanan kebun sangat bergantung pada situasi desa yang kondusif.
“Kami pelaku usaha juga butuh aman. Kalau desa tenang, kami kerja juga tenang. Soal lingkungan, kami komitmen ikut aturan. Limbah sudah kami tampung di kolam kontrol dan tidak ada pembakaran lahan,” jelas Udin.
Ia juga membuka peluang bagi kelompok tani di Paya Bakung untuk menjadi mitra binaan. Skemanya, petani bisa menjual TBS ke ram miliknya dengan harga sesuai PKS, serta mendapat pendampingan teknis pemupukan dan perawatan.
Selain ekonomi, Komsos ini membahas peran pengusaha dalam ketahanan wilayah. Babinsa mengajak Bapak Udin ikut aktif dalam kegiatan sosial desa, seperti Jumat Bersih, perbaikan jalan produksi, hingga bantuan saat bencana.
Kepala Desa Paya Bakung, Pariono, yang turut hadir menyebut sinergi Babinsa, pemerintah desa, dan pengusaha adalah kunci percepatan pembangunan. “Kalau semua elemen kompak, jalan tani cepat bagus, ekonomi jalan, keamanan terjaga,” katanya.
Di akhir pertemuan, disepakati beberapa poin:
Memprioritaskan warga Paya Bakung yang memenuhi syarat. Membuka akses penjualan TBS warga ke ram milik Bapak Udin dengan harga transparan.
Komitmen tidak bakar lahan, kelola limbah sesuai standar, dan ikut penghijauan di bantaran sungai.
Koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk patroli cegah pencurian TBS.
Komsos ditutup dengan peninjauan langsung ke area loading ram dan kolam limbah. Babinsa berharap model komunikasi seperti ini bisa dicontoh pengusaha lain di Desa Paya Bakung agar tercipta iklim usaha yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Dengan komunikasi yang rutin, diharapkan seluruh potensi desa baik dari sektor pertanian, perkebunan, maupun UMKM dapat tumbuh bersama demi kesejahteraan warga Paya Bakung. (Fahmi/Lia Hambali)





















