Kutacane – agaranews.net // Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, bergerak cepat merespons musibah banjir bandang yang menerjang Desa Lawe Tua Persatuan, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Sabtu malam (9/5/2026).
Begitu menerima laporan dari lapangan, orang nomor satu di Aceh Tenggara itu langsung menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk turun tangan melakukan penanganan darurat di lokasi bencana.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari menyebabkan aliran sungai meluap dan membawa material lumpur, bebatuan besar, batang kayu, hingga kayu gelondongan ke badan jalan. Material banjir bahkan menyumbat jembatan desa sehingga arus air meluap ke permukiman warga dan menutup akses utama jalan nasional Kutacane–Medan.
Akibatnya, jalur transportasi vital penghubung Aceh Tenggara dengan Sumatera Utara sempat lumpuh total selama beberapa saat. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat tertahan di kedua sisi jalan karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilalui.
Mendapat informasi tersebut, Bupati Salim Fakhry tanpa menunggu waktu lama langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, aparat kecamatan, serta unsur terkait lainnya untuk segera turun ke lokasi membawa alat berat guna membersihkan material banjir.
Suasana di lokasi tampak sibuk sejak malam hingga Minggu dini hari. Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi tumpukan lumpur dan batu yang menutupi badan jalan, sementara personel gabungan dari TNI-Polri bersama masyarakat berjibaku membersihkan kayu-kayu besar yang menyangkut di bawah jembatan desa.
“Begitu menerima informasi, saya langsung mengarahkan pihak Pemda untuk segera membersihkan material yang menumpuk di bahu jalan. Kita juga bersama unsur Forkopimda akan melakukan normalisasi kayu-kayu yang menyebabkan tersumbatnya jembatan di desa ini agar aliran air kembali lancar,” ujar Bupati Salim Fakhry, Minggu (10/05/2026).
Menurutnya, penanganan dilakukan secara terpadu agar proses pemulihan berlangsung cepat dan masyarakat tidak terlalu lama terdampak akibat terputusnya akses transportasi tersebut.
Ia menjelaskan, hingga Minggu pagi kondisi jalan mulai berangsur normal meskipun proses pembersihan material masih terus dilakukan di beberapa titik yang dianggap rawan.
“Untuk sekarang ini, jalannya sudah bisa dilalui secara berangsur-angsur, meski proses pembersihan material masih terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman bagi pengguna jalan,” tambahnya.
Selain memastikan akses jalan kembali terbuka, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga fokus melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memantau kemungkinan adanya banjir susulan mengingat curah hujan di wilayah pegunungan masih cukup tinggi.
Warga sekitar mengaku lega atas cepatnya respons pemerintah daerah dalam menangani bencana tersebut. Mereka menilai kehadiran alat berat dan petugas di lokasi membantu mempercepat pembukaan akses jalan yang sebelumnya tertutup total.
Di tengah proses penanganan, Bupati Salim Fakhry juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan longsor dan banjir bandang. Ady
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara meminta masyarakat untuk sementara menghindari titik-titik rawan banjir hingga proses normalisasi sungai dan pembersihan material selesai sepenuhnya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.




















