Kutacane – agranews.net// Suara gemuruh alat berat yang bekerja di bantaran Sungai Lawe Harum menjadi tanda dimulainya upaya pemulihan pascabanjir bandang di Kecamatan Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (14/05/2026). Di tengah aktivitas itu, Personel Babinsa Posramil Deleng Pokhkisen jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, Serka Abi Naim, tampak sigap melakukan pengawasan proses normalisasi sungai yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya di Desa Lawe Harum.
Normalisasi dilakukan sebagai langkah cepat mengatasi dampak banjir bandang yang beberapa hari terakhir melanda kawasan tersebut. Material lumpur, batu besar, hingga batang kayu yang terbawa arus deras sebelumnya menyebabkan aliran sungai menyempit dan dangkal, sehingga debit air meluap hingga memasuki permukiman warga.
Serka Abi Naim mengatakan, kehadiran Babinsa di lokasi bukan hanya untuk memantau pekerjaan alat berat, tetapi juga memastikan proses normalisasi berjalan lancar demi keselamatan masyarakat sekitar.
“Dalam rangka memperlancar aliran air di sungai, kami dari Babinsa turut mengawasi pelaksanaan normalisasi. Beberapa hari terakhir banjir bandang menyebabkan sungai dangkal dan debit air meningkat, sehingga air meluas ke permukiman warga sambil membawa material batu dan kayu,” ujarnya.
Di sepanjang bantaran sungai, alat berat terlihat terus bekerja mengeruk endapan material yang menumpuk. Warga setempat pun tampak ikut memantau dengan penuh harap agar kondisi sungai segera kembali normal dan ancaman banjir susulan dapat diminimalisir.
Menurut Serka Abi Naim, kegiatan normalisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah pegunungan Aceh Tenggara.
Selain pengerukan sungai, pekerjaan juga difokuskan pada pembangunan tanggul di sisi kiri dan kanan aliran sungai guna memperkuat pengamanan kawasan permukiman warga dari terjangan air.
“Kami berharap dengan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul ini, aliran air bisa kembali sesuai jalurnya sehingga masyarakat merasa lebih aman dan tenang,” tambahnya.
Kehadiran Babinsa di tengah proses penanganan bencana tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai keterlibatan aparat TNI memberikan rasa aman sekaligus semangat gotong royong dalam menghadapi dampak banjir bandang yang sempat mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat di Desa Lawe Harum. Tim




















